Selasa, 11 November 2025

Instalasi Website Apache2 di Debian

 Langkah 1:

kalian buka Debian 11 yang sudah kalian instal, lalu login dengan 
USER: ROOT
PASS: Masukan sesuai dengan yang kalian masukan pada saat instalasi







Kalian masukam prompt :

nano /etc/apt/sources.list

⚙️ Fungsi lengkapnya:

Perintah:

nano /etc/apt/sources.list

berfungsi untuk membuka dan mengedit daftar repository APT menggunakan editor teks nano.

Dari file inilah sistem tahu dari mana harus mendownload atau memperbarui paket (misalnya dari server Debian, Ubuntu, atau mirror lokal).


πŸ“˜ Contoh isi file /etc/apt/sources.list:

deb http://deb.debian.org/debian/ bullseye main contrib non-free deb http://security.debian.org/debian-security bullseye-security main contrib non-free deb http://deb.debian.org/debian/ bullseye-updates main contrib non-free

Artinya:

  • Sistem akan mengambil paket dari server Debian versi bullseye.

  • maincontrib, dan non-free adalah kategori (komponen) paket.


🧠 Kesimpulan:

✅ Fungsi nano /etc/apt/sources.list → membuka file konfigurasi sumber paket Debian/Ubuntu untuk menambah, menghapus, atau mengubah alamat repository.
❌ /etc/apt/sources.link tidak ada di sistem Debian/Ubuntu, jadi akan muncul error seperti:

[ Error reading /etc/apt/sources.link: No such file or directory ]


Jika sudah kalian akan berada seperti tampilan di bawah:




JIka seperti ini kalian cukup ubah pada bagian yang saya lingkari sesuai dengan gambar atau bisa melihat kode nya di bawah :


1. deb http://deb.debian.org/debian bullseye kontribusi utama non-gratis
2. deb-src http://deb.debian.org/debian bullseye kontribusi utama non-gratis

Dan kalian bisa mengsave dengan cara CTRL+O+ENTER dan keluar dengan CTRL+X
==========================================================================
==========================================================================
Langkah 2 :
kalian ketik 

apt update -y




Dikarenakan saya sudah update maka tulisan nya seperti pada gambar


πŸ” Fungsi utamanya:

Perintah ini digunakan untuk memperbarui daftar paket (repository) di sistem berbasis Debian/Ubuntu.


🧩 Penjelasan bagian-bagiannya:

BagianArti
aptManajer paket di Debian/Ubuntu (pengganti apt-get)
updateMemperbarui daftar informasi paket dari repository yang ada di /etc/apt/sources.list
-yMenjawab otomatis “yes” untuk semua konfirmasi yang muncul selama proses berjalan

🧠 Jadi, secara lengkap:

apt update -y akan:

  1. Menghubungi server repository yang terdaftar.

  2. Mengambil daftar paket terbaru (metadata) tanpa menginstal apa pun.

  3. Melakukan semuanya tanpa meminta konfirmasi pengguna, karena ada opsi -y.

=========================================================================
=========================================================================


Langkah 3 :
kalian akan menginstal apache2 nya




Tulis prompt seperti di bawah:

apt install apache2

Perintah:

apt install apache2

πŸ” Fungsi utamanya:

Perintah ini digunakan untuk menginstal web server Apache2 pada sistem berbasis Debian atau Ubuntu.


🧩 Penjelasan bagian-bagiannya:

BagianArti
aptManajer paket bawaan Debian/Ubuntu untuk mengelola software
installPerintah untuk menginstal paket baru
apache2Nama paket web server yang ingin diinstal

⚙️ Jadi, secara lengkap:

apt install apache2 akan:

  1. Mengecek repository untuk menemukan paket bernama apache2.

  2. Mengunduh semua file yang dibutuhkan beserta dependensinya.

  3. Menginstalnya ke sistem.

  4. Secara otomatis mengaktifkan dan menjalankan layanan Apache web server.


πŸ’» Setelah instalasi berhasil:

Kamu bisa mengecek statusnya dengan:

systemctl status apache2

Atau mengaktifkannya (jika belum aktif):

systemctl start apache2

Dan agar otomatis berjalan setiap kali sistem menyala:

systemctl enable apache2

🌐 Uji Apache:

Setelah terinstal, buka browser dan ketik di alamat:

http://localhost

Kalau berhasil, akan muncul halaman bertuliskan “Apache2 Debian Default Page”.


πŸ“˜ Kesimpulan:

PerintahFungsi
apt install apache2        Menginstal web server Apache
systemctl start apache2Menjalankan layanan Apache
systemctl enable apache2Menjadikan Apache otomatis aktif saat boot
systemctl status apache2Melihat status Apache

=========================================================================
=========================================================================


Langkah 4 :
Lalu kalian akan menginstal Lynx sama seperti browser lainya hanya saja berbentuk server




Contoh prompt di bawah ini:

apt install lynx

🧩 Fungsi perintah ini:

BagianArti
apt            Manajer paket di Debian/Ubuntu untuk mengelola software
install            Perintah untuk menginstal paket baru
lynx            Nama program yang akan diinstal

πŸ” Jadi secara lengkap:

apt install lynx berfungsi untuk menginstal web browser berbasis teks bernama “Lynx” di sistem Debian atau Ubuntu.


🌐 Apa itu Lynx?

Lynx adalah text-based web browser — artinya, browser ini berjalan di terminal (CLI) dan tidak menampilkan gambar atau grafik, hanya teks dari halaman web.

Biasanya digunakan oleh administrator server untuk:

  • Menguji koneksi ke website tanpa GUI.

  • Melihat isi halaman web dari terminal.

  • Mengakses dokumentasi online di server headless (tanpa desktop).


πŸ“˜ Contoh penggunaan:

Setelah instalasi berhasil, jalankan:

lynx example.com

atau:

lynx localhost

Lalu kamu bisa menavigasi halaman dengan:

  • πŸ”Ό / πŸ”½ → pindah antar tautan

  • πŸ‘‰ → buka tautan

  • πŸ‘ˆ → kembali

  • Q → keluar dari Lynx


🧠 Kesimpulan:

PerintahFungsi
apt install lynx             Menginstal browser teks Lynx
lynx alamat_web              Membuka situs web dari terminal
Q di dalam Lynx             Keluar dari browser



=========================================================================
=========================================================================


Langkah 5 :
Kalian akan cek apakah lynx sudah ter instal atau belum melaluui prompt:

systemctl status apache2

Jika ada tulisan active pada gmabar maka lynx sudah terinstal




untuk keluar kalian klik ctrl+c 

πŸ” Fungsinya:

Untuk mengecek status layanan (service) Apache2 di sistem Linux yang menggunakan systemd (seperti Debian, Ubuntu, dan turunannya).


🧩 Penjelasan bagian-bagian:

BagianArti
systemctl    Alat untuk mengelola service (layanan) di sistem Linux berbasis systemd
status    Menampilkan status layanan
apache2    Nama layanan web server Apache

⚙️ Jadi secara lengkap:

systemctl status apache2 digunakan untuk melihat apakah Apache sedang aktif (running), mati (inactive), atau error (failed).


πŸ“‹ Contoh hasil output:

apache2.service - The Apache HTTP Server Loaded: loaded (/lib/systemd/system/apache2.service; enabled; vendor preset: enabled) Active: active (running) since Mon 2025-11-10 10:32:41 WIB; 1h 23min ago Docs: https://httpd.apache.org/docs/2.4/ Main PID: 1234 (apache2) Tasks: 55 (limit: 2350) Memory: 8.5M CGroup: /system.slice/apache2.service ├─1234 /usr/sbin/apache2 -k start ├─1235 /usr/sbin/apache2 -k start └─1236 /usr/sbin/apache2 -k start

πŸ“˜ Keterangan penting dari output:

Bagian  Keterangan
Loaded               Lokasi file konfigurasi service
Active               Status layanan (running = aktif)
Main PID               ID proses utama Apache
Memory               Jumlah RAM yang digunakan
Docs                  Link dokumentasi resmi Apache

πŸ”§ Perintah tambahan yang sering digunakan:

PerintahFungsi
sudo systemctl start apache2                 Menjalankan Apache
sudo systemctl stop apache2                 Menghentikan Apache
sudo systemctl restart apache2                 Me-restart layanan Apache
sudo systemctl enable apache2                 Mengaktifkan agar otomatis jalan saat boot
sudo systemctl disable apache2                 Menonaktifkan agar tidak jalan saat boot

🧠 Kesimpulan:

➡️ systemctl status apache2 berfungsi memeriksa apakah Apache2 aktif, sedang berjalan, dan tidak error beserta informasi detail prosesnya.




Langkah 6 :
Kalian masukan prompt 

lynx http://(IP) 

IP address pada Debian kalian seperti pada gambar




Jika sudah kalian klik ENTER maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah:





Untuk keluar kalian bisa pencet Q 



πŸ” Fungsi utamanya:

Perintah ini digunakan untuk mengakses dan menampilkan halaman web dari server dengan alamat IP tertentu menggunakan browser teks Lynx di terminal.


🧩 Penjelasan bagian-bagian:

BagianArti
lynx                 Web browser berbasis teks yang berjalan di terminal
http://(IP)                  Alamat web server yang ingin diakses (misalnya http://192.168.1.10)

⚙️ Jadi secara lengkap:

lynx http://(IP) akan:

  1. Mengirim permintaan HTTP ke server dengan alamat IP tersebut.

  2. Menampilkan halaman web dalam format teks langsung di terminal.

  3. Memungkinkan kamu menavigasi halaman menggunakan keyboard (tanpa GUI).


πŸ“˜ Contoh:

Jika kamu menjalankan Apache di server lokal:

lynx http://127.0.0.1

atau jika server ada di jaringan:

lynx http://192.168.1.10

πŸ“– Maka akan tampil halaman “Apache2 Debian Default Page” dalam bentuk teks.


⌨️ Navigasi di dalam Lynx:

TombolFungsi
↑ / ↓Pindah antar tautan
Buka tautan
Kembali
QKeluar
GPergi ke alamat baru
/Cari teks di halaman

🧠 Kesimpulan:

PerintahFungsi
lynx http://(IP)       Membuka halaman web dari IP tertentu melalui terminal
Contoh: lynx http://127.0.0.1       Mengecek apakah web server lokal (Apache) berjalan



Demikian penjelasan mengenai fungsi perintah yang telah kita bahas di atas.
Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan membantu dalam memahami penggunaan dasar Linux, khususnya dalam administrasi server.

Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di artikel teknis berikutnya!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Install CMS WordPress (cmswordpress) di Debian 11

  ✅  1. Update Sistem sudo apt update & sudo apt upgrade -y ✅  2. Instal Apache2 sudo apt install apache2 -y sudo systemctl enable apac...