Minggu, 23 November 2025

Instalasi PHP server di MyAdmin

 Berikut tutorial lengkap cara install phpMyAdmin dan mengatur agar bisa diakses melalui subdomain rafi.lab/phpmyadmin di Debian 11 + Apache2.

Ini versi yang paling aman, rapi, dan pasti berhasil kalau diikuti dari awal.


✅ 1. Update Server

sudo apt update && sudo apt upgrade -y

✅ 2. Install Apache2, PHP, dan ekstensi wajib

phpMyAdmin butuh beberapa modul PHP.

sudo apt install apache2 php php-mbstring php-zip php-gd php-json php-curl php-xml php-mysql -y

Aktifkan modul mbstring:

sudo phpenmod mbstring sudo systemctl restart apache2

✅ 3. Install MariaDB / MySQL (jika belum)

sudo apt install mariadb-server -y

Amankan database:

sudo mysql_secure_installation

Pilih:

  • Set root password? → Y

  • Remove anonymous users? → Y

  • Disallow remote root login? → Y

  • Remove test DB? → Y

  • Reload privileges? → Y


✅ 4. Install phpMyAdmin

sudo apt install phpmyadmin -y

Saat proses instalasi:

  1. Pilih server → apache2

  2. Configure database → Yes

  3. Masukkan password phpMyAdmin (bebas)

Kalau muncul dialog tidak muncul, jalankan:

sudo dpkg-reconfigure phpmyadmin

🔥 5. Buat subdomain banitama.lab

Misal kamu ingin akses via:

http://rafi.lab/phpmyadmin

Maka kamu harus bikin VirtualHost:

Buat file:

sudo nano /etc/apache2/sites-available/rafi.lab.conf

Isi dengan:

<VirtualHost *:80> ServerName rafi.lab DocumentRoot /var/www/rafi.lab <Directory /var/www/rafi.lab> AllowOverride All Require all granted </Directory> ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/rafi_error.log CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/rafi_access.log combined </VirtualHost>

Simpan: CTRL+O, Enter, CTRL+X


✅ 6. Buat folder untuk subdomain

sudo mkdir -p /var/www/rafi.lab sudo chown -R $USER:$USER /var/www/rafi.lab

Buat halaman test:

echo "<h1>Subdomain rafi.lab Aktif</h1>" | sudo tee /var/www/rafi.lab/index.html

🔧 7. Enable subdomain

sudo a2ensite rafi.lab.conf sudo systemctl reload apache2

🏠 8. Tambah DNS lokal / hosts (di PC kamu)

Buka hosts file:

Windows:

C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts

Tambahkan:

10.100.100.103 rafi.lab

🚀 9. Hubungkan phpMyAdmin ke banitama.lab

Buat symlink:

sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/rafi.lab/phpmyadmin

🔥 10. Restart Apache

sudo systemctl restart apache2

🎉 11. Akses phpMyAdmin

Buka browser:

http://rafi.lab/phpmyadmin

Login:

  • username db: root atau user lain

  • password: sesuai saat secure-installation











saya jelaskan cara membuat user dan password MySQL/MariaDB agar bisa dipakai login ke phpMyAdmin.
Ini cara paling aman dan pasti berhasil di Debian 11.


✅ 1. Masuk ke MariaDB / MySQL sebagai root

sudo mysql -u root -p

Kalau belum pernah set password root, coba:

sudo mysql

✅ 2. Buat user baru

Misal kamu mau user:

  • username: rafi

  • password: jaringan

Gunakan:

CREATE USER 'rafi'@'localhost' IDENTIFIED BY 'jaringan';

✅ 3. Beri user akses penuh ke semua database

Jika ingin user bisa kelola SEMUA database:

GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO 'rafi'@'localhost' WITH GRANT OPTION;

Kalau hanya untuk satu database:

GRANT ALL PRIVILEGES ON nama_database.* TO 'rafi'@'localhost';

✅ 4. Terapkan perubahan

FLUSH PRIVILEGES;

🔥 5. Coba login di phpMyAdmin

Buka browser:

http://rafi.lab/phpmyadmin

Masukkan:

  • Username: rafi

  • Password: jaringan



Harus bisa login ✔







Tampilan setelah berhasil login

Senin, 17 November 2025

Langkah-Langkah Membuat Web di Apache (Termasuk SSH dan WinSCP)

 

💻 Langkah-Langkah Membuat Web di Apache (Termasuk SSH dan WinSCP)


1. Mengakses File index.html (Gambar: Step 1.)



Langkah pertama adalah mengakses dan mengedit file halaman web default di direktori Apache.

  1. Buka terminal pada server Anda.

  2. Gunakan editor teks (seperti nano) untuk membuka file index.html di lokasi default web server (umumnya /var/www/html/).

    • Perintah:

      Bash
      nano /var/www/html/index.html
      
    • (Gambar: Step 1.png menunjukkan Anda sudah berada di lokasi dan siap menjalankan perintah nano index.html)


2. Mengaktifkan Login Root untuk SSH/SFTP (Gambar: Step 2.)


Untuk menggunakan WinSCP dengan pengguna root, Anda perlu memodifikasi konfigurasi SSH Server (sshd).

  1. Buka file konfigurasi SSH Daemon.

    • Perintah:

      Bash
      nano /etc/ssh/sshd_config
      
  2. Cari baris yang mengandung #PermitRootLogin.

  3. Hapus tanda # (uncomment) dan pastikan nilainya diatur ke yes.

    • Sebelum (Contoh):

      Plaintext
      #PermitRootLogin prohibit-password
      
    • Setelah (Sesuai Gambar):

      Plaintext
      PermitRootLogin yes
      
  4. Simpan perubahan dan restart layanan SSH agar perubahan berlaku.

    • Perintah:

      Bash
      systemctl restart sshd
      
    • (Gambar: Step 2.menunjukkan editor nano dan perintah restart di bawahnya)


3. Login Menggunakan WinSCP (Gambar: Step 3.)



Sekarang Anda dapat menggunakan WinSCP (Secure File Transfer Protocol client) untuk terhubung ke server.

  1. Buka aplikasi WinSCP.

  2. Di jendela Login:

    • File protocol: Pilih SFTP (Secure File Transfer Protocol).

    • Host name: Masukkan alamat IP ser

    • ver Anda (Contoh: 10.145.200.3).

    • Port number: Biarkan default 22.

    • User name: Masukkan root.

    • Password: Masukkan kata sandi pengguna root Anda.

  3. Klik tombol Login.


4. Navigasi Direktori Web (Gambar: Step 4. & Step 5.)

STEP 4:

STEP 5:


Setelah berhasil login, Anda akan melihat tampilan dua panel (lokal di kiri, remote server di kanan).

  1. Panel Kanan (Server):

    • Secara default, Anda mungkin berada di direktori home /root/ (Gambar: Step 4.jpg).

    • Navigasi ke direktori root web server Apache: /var/www/html/.

  2. Panel Kiri (Lokal):

    • Navigasi ke lokasi di komputer lokal Anda tempat file web (misalnya gambar Bani.jpeg) berada.


5. Mengunggah File Gambar (Gambar: Step 5. & Step 6.)

STEP 5:

STEP 6:




Untuk menambahkan foto, unggah file dari komputer lokal ke direktori web server.

  1. Di Panel Kiri, temukan file gambar yang ingin Anda unggah (Contoh: Bani.jpeg).

  2. Seret dan lepas (drag and drop) file tersebut dari panel kiri ke Panel Kanan (/var/www/html/).

  3. Konfirmasi transfer jika muncul dialog transfer (Gambar: Step 6. mengonfirmasi transfer file Bani.jpeg).


6. Memodifikasi Kode HTML untuk Menampilkan Gambar (Gambar: Step 7.)







Terakhir, edit file index.html lagi untuk menyertakan gambar yang baru diunggah.

  1. Kembali ke terminal server Anda (atau gunakan editor di WinSCP).

  2. Buka kembali file index.html.

    • Perintah:

      Bash
      nano /var/www/html/index.html
      
  3. Tambahkan atau modifikasi kode HTML untuk menampilkan gambar Anda (sesuai Gambar: Step 7.png).

    • Contoh Kode HTML:

      HTML
      <img src="Bani.jpeg" alt="Trulili" width="355" height="355">
      
  4. Simpan perubahan pada file index.html.

Setelah semua langkah ini, buka browser web dan masukkan alamat IP server Anda (misalnya http://10.145.200.3) untuk melihat halaman web baru Anda yang menampilkan gambar yang diunggah.


7. JIka sudah maka coba tes di google (Gambar: Step 8.)




maka seperti ini akan muncul dan sudah beres.

Mengkonesikan Mikrotik Ke RedHat

 Untuk menyambungkan Mikrotik ke Red Hat menggunakan VirtualBox, Anda perlu mengatur jaringan virtual internal agar kedua mesin virtual (VM) dapat saling berkomunikasi

. 

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ikuti:
Persiapan
  • Pastikan Anda telah menginstal Oracle VM VirtualBox di komputer host Anda.
  • Pastikan Anda telah menginstal Mikrotik (RouterOS) dan Red Hat sebagai mesin virtual di VirtualBox. 
Langkah 1: Konfigurasi Jaringan di VirtualBox 
  1. Matikan kedua mesin virtual (Mikrotik dan Red Hat) jika sedang berjalan.
  2. Buka Pengaturan (Settings) untuk mesin virtual Mikrotik.Pilih menu Jaringan (Network).Pada Adaptor 1, atur Attached to menjadi NAT agar Mikrotik mendapat akses internet dari komputer host.Pada Adaptor 2, atur Attached to menjadi Internal Network. Beri nama jaringan ini, misalnya net-internal.Klik OK untuk menyimpan pengaturan.Ulangi langkah 2–5 untuk mesin virtual Red Hat.Di mesin virtual Red Hat, atur Attached tountuk Adaptor 1 menjadi Internal Networkdan gunakan nama jaringan yang sama (net-internal). 
Langkah 2: Konfigurasi Mikrotik
  1. Jalankan mesin virtual Mikrotik.
  2. Setelah masuk ke RouterOS, lakukan konfigurasi dasar dengan WinBox atau melalui Terminal.
  3. Berikan alamat IP pada antarmuka (interface) yang terhubung ke jaringan internal (ether2).
    • Perintah Terminal: ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
  4. Buat Server DHCP untuk ether2 agar Red Hat bisa mendapatkan IP secara otomatis.
    • Perintah Terminal: ip dhcp-server setup
    • Pilih dhcp-server interface dengan ether2.
  5. Konfigurasi NAT untuk ether1 agar jaringan internal dapat mengakses internet.
    • Perintah Terminal: ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1 
Langkah 3: Konfigurasi Red Hat
  1. Jalankan mesin virtual Red Hat.
  2. Buka Terminal di Red Hat.
  3. Pastikan antarmuka jaringan yang terhubung ke Mikrotik (enp0s3 atau sejenisnya) sudah aktif.
    • Perintah Terminal: nmcli device status
  4. Atur agar antarmuka jaringan mendapatkan IP secara dinamis melalui DHCP.
    • Perintah Terminal: sudo dhclient -v(atau sudo dhclient nama_interface)
  5. Verifikasi bahwa Red Hat telah menerima IP dari Mikrotik.
    • Perintah Terminal: ip addr show
    • Cari antarmuka yang terhubung ke Mikrotik (enp0s3), seharusnya memiliki alamat IP dari rentang yang Anda atur di Mikrotik (misalnya, 192.168.10.x).
Langkah 4: Pengujian Koneksi
  1. Dari Red Hat, coba ping ke Mikrotik dan ke internet.
    • Ping Mikrotik: ping 192.168.10.1
    • Ping Internet: ping google.com
  2. Dari Mikrotik, coba ping ke alamat IP Red Hat.
    • Ping Red Hat: ping 192.168.10.x(ganti x dengan IP Red Hat) 
Jika semua langkah berhasil, koneksi antara Mikrotik dan Red Hat sudah terjalin, dan Red Hat bisa mengakses internet melalui Mikrotik.

Install CMS WordPress (cmswordpress) di Debian 11

  ✅  1. Update Sistem sudo apt update & sudo apt upgrade -y ✅  2. Instal Apache2 sudo apt install apache2 -y sudo systemctl enable apac...